
Penerbit PT Karya Dosen Internasional menerapkan skema intensif berbeda bagi penulis antara penjualan buku fisik dan digital. Penjualan e-book melalui platform lynk.id memberikan insentif sebesar 25% bagi penulis, lebih tinggi dibandingkan dengan insentif buku fisik yang sebesar 10%. Kebijakan ini sejalan dengan tren industri buku 2026 yang menunjukkan pergeseran minat pembaca ke format digital.
Selain menerbitkan karya penulis secara fisik, PT Karya Dosen Internasional juga memasarkan baik versi cetak melalui platform e-commerce Shopee dan versi digital melalui lynk.id. Untuk setiap penjualan buku fisik, penulis menerima insentif sebesar 10 persen dari harga jual, sementara penjualan e-book memberikan insentif yang jauh lebih besar, yakni 25 persen.
Kebijakan ini muncul di tengah tren industri buku Indonesia yang mulai bergeser ke format digital. Penggunaan e-book dan audiobook terus meningkat seiring kemudahan akses melalui smartphone, sementara generasi Z tercatat sebagai salah satu penggerak utama dari tren membaca saat ini. Melalui aktivis berbagai pengalaman baca di media sosial.
Pergeseran ke format digital ini juga tercermin dari proyeksi pasar global. Berdasarkan laporan Statista yang dikutip oleh Bookora, nilai pasar e-book dunia diperkirakan akan terus tumbuh hingga mencapai USD 17,04 milyar pada 2027. Selain digitalisasi format, teknologi kecerdasan buatan (AI) juga mulai berperan sebagai media dalam merekomendasikan bacaan sesuai preferensi pembaca, sehingga pengalaman membaca digital dinilai semakin personal.
Data terbaru menunjukkan tren positif serupa: survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) 2025 dari Perpustakaan Nasional bersama BPS mencatat skor kegemaran membaca nasional di angka 64,80 dari skala 100, masuk kategori “sedang”. Yang lebih relevan dengan tren digital, survei Jakpat pada semester II 2025 mencatat minat baca generasi Z mencapai 26%, lebih tinggi dibandingkan dengan generasi milenial yang sebesar 20%. Kenaikan tersebut berkorelasi dengan pesatnya pertumbuhan komunitas literasi digital seperti BookTok di TikTok, yang secara global telah menembus 226 milyar tayangan pada 2024 dan turut mendorong generasi muda kembali gemar membaca.
Skema insentif ini diharapkan mendorong lebih banyak penulis untuk turut memasarkan dan menerbitkan karyanya. Kalau kamu punya naskah dan ingin ikut meramaikan Tren Buku 2026, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai. Kamu bisa menerbitkan buku secara profesional, dari proses editing sampai terbit. Mari tunjukkan tulisanmu kepada dunia bersama Karya Dosen Internasional.
Referensi:
https://bookora.id/blog/tren-industri-buku-di-tahun-2026
Cara Platform Digital Mendorong Minat Baca Gen Z