
Penulis: Masykur Sarmian
Penerbit: Karya Dosen Internasional
Sinopsis:
Cetakan Pertama: Agustus 2026
BENARKAH PERADABAN BISA RUNTUH HANYA KARENA SATU KESALAHAN ?
Mengapa ada peradaban yang pernah begitu kuat, tetapi akhirnya hanya meninggalkan reruntuhan dan cerita ? Mengapa manusia yang telah diberi ilmu, kekuasaan, kekayaan, dan berbagai kemajuan justru dapat menghancurkan dirinya sendiri? Surat Al-Qamar membawa kita menyusuri jejak umat-umat terdahulu yang mendustakan kebenaran, bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menemukan hukum Allah tentang bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban. Di dalamnya ada peringatan yang tajam: ketika kesombongan mengalahkan kebenaran, kekuatan dapat berubah menjadi jalan kehancuran.
Namun Al-Qur’an tidak berhenti pada peringatan. Setelah mengguncang kesadaran melalui Al-Qamar, kita dibawa memasuki Surat Ar-Rahman, sebuah hamparan rahmat yang memperlihatkan bagaimana kehidupan seharusnya dibangun. Ilmu, manusia, alam, keseimbangan, keadilan, nikmat, syukur, hingga kehidupan akhirat disusun dalam satu arsitektur yang menakjubkan. Dari sini muncul pertanyaan yang lebih dalam: setelah Allah memberikan begitu banyak nikmat, apa yang sebenarnya kita lakukan dengan semua itu ? Sebab nikmat yang tidak melahirkan syukur dapat berubah menjadi fitnah, ilmu yang tidak dibimbing iman dapat menjadi alat kesombongan, dan kekuatan yang tidak dikendalikan keadilan dapat menjadi awal kehancuran.
Buku TAFSIR AL-HAMASAH : Makna • Hikmah • Peradaban — Membangun Peradaban di Bawah Naungan Rahmat Allah SWT, melalui Surat Al-Qamar dan Ar-Rahman, mengajak pembaca melakukan perjalanan dari peringatan menuju kesadaran, dari kesadaran menuju syukur, dan dari syukur menuju pembangunan peradaban. Ini bukan sekadar ajakan memahami ayat, tetapi sebuah undangan untuk bercermin: apakah kita sedang mengulangi jalan mereka yang pernah dihancurkan, atau sedang menyiapkan generasi yang mampu membangun kehidupan dengan ilmu, keadilan, amanah, dan rahmat ? Karena mungkin persoalan terbesar kita bukan karena kita kekurangan kekuatan untuk membangun peradaban, melainkan karena kita belum cukup sadar di bawah naungan siapa peradaban itu seharusnya dibangun.
Cetakan Pertama: Agustus 2026