
Menjelang peringatan Hari Aksara Internasional pada tanggal 8 September nanti, PT Karya Dosen Internasional mengajak seluruh kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, penulis pemula, hingga seluruh masyarakat, untuk turut merayakan momentum tersebut. Ajakan ini menjadi pengingat bahwa membaca dan menulis bukan sekadar kemampuan yang kita miliki, tetapi juga bagian dari hak yang perlu terus dijaga dan dirayakan oleh setiap orang.
Hari Aksara Internasional sendiri ditetapkan oleh UNESCO pada Konferensi Umum ke-14 tahun 1966 dan pertama kali diperingati secara global pada tahun 1967. Peringatan ini lahir dari perhatian dunia terhadap tingginya angka buta huruf pada masa itu, sekaligus sebagai pengingat bahwa literasi merupakan hak asasi manusia yang mendasar. Literasi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademis atau pendidikan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Setiap tahunnya, Hari Aksara Internasional menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya kemampuan membaca dan menulis sekaligus mendorong masyarakat untuk memperkuat budaya literasi. Sejalan dengan momentum tersebut, PT Karya Dosen Internasional mengajak masyarakat untuk turut merayakan Hari Aksara Internasional dengan meningkatkan minat baca serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya, baik sebagai pembaca maupun penulis.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menerbitkan karya. Tidak hanya karya ilmiah, PT Karya Dosen Internasional juga memberikan ruang bagi novel dan berbagai karya kreatif lainnya untuk diterbitkan. Dari sisi format, penerbit turut mengakomodasi kebutuhan pembaca yang beragam, mulai dari buku fisik bagi pembaca yang masih menikmati pengalaman membaca secara konvensional hingga e-book bagi mereka yang lebih nyaman menggunakan format digital.
Bagi PT Karya Dosen Internasional, upaya memperkuat budaya literasi juga berarti memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan ide dan pengalamannya melalui tulisan. Dengan demikian, kegiatan membaca dan menulis tidak hanya menjadi aktivitas individual, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi yang lebih luas di masyarakat.
Merayakan Hari Aksara Internasional tidak harus dilakukan melalui langkah besar. Membaca satu buku baru, membagikan rekomendasi bacaan kepada orang terdekat, atau mulai menuliskan cerita, riset, atau pengalaman dapat menjadi langkah sederhana untuk terus menumbuhkan budaya literasi. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, momentum ini menjadi pengingat bahwa membaca dan menulis merupakan bagian dari kehidupan yang perlu terus dijaga, dikembangkan, dan dirayakan bersama.
Referensi
Sejarah Hari Aksara Internasional & Tingkat Literasi di Indonesia