Pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Tata Kelola, Kepemimpinan, Mutu, Transformasi, dan Keberlanjutan

Judul: Pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Tata Kelola, Kepemimpinan, Mutu, Transformasi, dan Keberlanjutan
Penulis: Dr. H. Akhmad Shunhaji, M.Pd.I.
Penerbit: Karya Dosen Internasional

Sinopsis:

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tidak cukup hanya menjadi kampus yang sibuk. Banyak program, rapat, laporan, gedung, publikasi, kerja sama, dan teknologi belum tentu berarti institusi benar-benar maju. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang sungguh-sungguh berubah karena perguruan tinggi itu hadir?
Buku Pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Tata Kelola, Kepemimpinan, Mutu, Transformasi, dan Keberlanjutan mengajak pembaca melihat pengelolaan PTKI secara lebih utuh. Perguruan tinggi dipahami bukan sekadar sebagai tempat berlangsungnya perkuliahan, tetapi sebagai organisasi akademik, profesional, sosial, publik, sekaligus institusi berbasis nilai yang harus mampu mengembangkan manusia, menghasilkan pengetahuan, menjaga kepercayaan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dengan bahasa yang ringan namun tetap tajam, buku ini membahas bagaimana tata kelola dan kepemimpinan dibangun agar institusi tidak bergantung pada figur; bagaimana strategi diterjemahkan menjadi prioritas, program, indikator, dan anggaran; bagaimana kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada kompetensi nyata mahasiswa; serta bagaimana sumber daya manusia, keuangan, aset, layanan mahasiswa, dan sistem penjaminan mutu dikelola agar benar-benar memperkuat kapasitas institusi.
Pembahasan kemudian bergerak pada penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian tidak cukup berhenti pada artikel, pengabdian tidak cukup berhenti pada kegiatan, dan kerja sama tidak cukup berhenti pada MoU. Semuanya perlu menghasilkan pengetahuan, perubahan, dan dampak yang dapat dirasakan.
Buku ini juga membawa pembaca pada tantangan yang semakin menentukan masa depan perguruan tinggi: transformasi digital, kecerdasan artifisial, tata kelola data, keamanan siber, internasionalisasi, perubahan kebutuhan mahasiswa, risiko kelembagaan, reputasi, ketahanan organisasi, hingga keberlanjutan jangka panjang. Namun, buku ini tidak mengajak PTKI mengejar semua tren. Sebaliknya, pembaca diajak memahami bahwa adaptif bukan berarti mengikuti semua perubahan, tetapi mampu memilih perubahan yang benar-benar memperkuat misi.
Di sepanjang pembahasan, nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, sidq, syura, ihsan, maslahah, mizan, istiqamah, dan tajdid tidak ditempatkan sebagai hiasan normatif. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan menjadi prinsip nyata dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, kepemimpinan, pelayanan, integritas, dan pembaruan institusi.
Pada akhirnya, buku ini menawarkan satu gagasan sederhana tetapi mendasar: PTKI yang kuat bukan PTKI yang mampu melakukan semuanya, melainkan institusi yang mengetahui apa yang penting, mampu memilih prioritas, membangun sistem yang sehat, terus belajar, dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
Buku ini relevan bagi pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, pengelola program studi, penjaminan mutu, mahasiswa pascasarjana, peneliti, serta siapa pun yang ingin memahami bagaimana PTKI dapat tetap berakar pada nilai, tetapi tidak tertinggal oleh perubahan; berkembang tanpa kehilangan arah; dan berinovasi tanpa kehilangan identitas.

Cetakan Pertama: September 2026

Scroll to Top