
Judul: Tafsir Al-Hamasah
Subjudul: Tematik Transformatif — Makna • Hikmah • Peradaban
Bagian: Surat Adz-Dzariyat, Ath-Thur dan An-Najm
Penulis: Masykur Sarmian
Sinopsis:
Hidup manusia bukanlah perjalanan tanpa tujuan. Setiap langkah, pilihan, perkataan, dan perbuatan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Namun, di tengah kesibukan mengejar kehidupan dunia, manusia sering lupa bahwa waktu terus berjalan dan kehidupan memiliki batas akhir.
Buku Bagaimana Manusia Akan Mempertanggungjawabkan Hidupnya? mengajak pembaca melakukan perjalanan tadabbur melalui tiga surah dalam Al-Qur’an: Adz-Dzāriyāt, Ath-Thūr, dan An-Najm. Ketiga surah tersebut menghadirkan rangkaian pesan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah, tujuan penciptaan manusia, kepastian Hari Pembalasan, serta pentingnya wahyu dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Melalui gambaran langit, angin, gunung, bintang, dan berbagai tanda kebesaran Allah, pembaca diajak untuk tidak sekadar melihat alam, tetapi membaca pesan yang terkandung di baliknya. Keteraturan alam menjadi pengingat bahwa kehidupan pun memiliki aturan, tujuan, dan pertanggungjawaban.
Buku ini bukan sekadar pembahasan ayat, melainkan sebuah ajakan untuk bercermin. Pembaca diajak merenungkan kembali tujuan hidup, hubungan dengan Allah, cara memperlakukan sesama, serta amal apa yang sedang dipersiapkan untuk kehidupan akhirat. Sebab manusia mungkin dapat menyembunyikan sesuatu dari sesamanya, tetapi tidak ada satu pun amal yang luput dari pengetahuan Allah.
Bagaimana Manusia Akan Mempertanggungjawabkan Hidupnya? hadir sebagai bacaan kontemplatif yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan realitas kehidupan sehari-hari. Dari langit menuju hati, dari kesadaran menuju perubahan, buku ini mengajak pembaca untuk memperbaiki arah hidup sebelum tiba saat ketika seluruh kehidupan menjadi kesaksian di hadapan Allah.
Pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukanlah seberapa lama kita hidup, seberapa banyak yang kita miliki, atau seberapa tinggi pencapaian kita di dunia, melainkan: amal apa yang akan kita bawa ketika berdiri di hadapan Allah?
Waktu terus berjalan. Wahyu telah mengingatkan. Langit telah menjadi tanda. Kini, pilihan ada pada kita untuk menentukan bagaimana kehidupan ini akan kita pertanggungjawabkan.
Penerbit: Karya Dosen Internasional