
Judul: Tafsir Al-Hamāsah: Tematik Transformatif
Subjudul: Makna • Hikmah • Peradaban — Surat: Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat dan Qaf
Penulis: Masykur Sarmian
Penerbit: Karya Dosen Internasional
Sinopsis:
Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi petunjuk yang mengarahkan manusia dalam menjalani kehidupan, membangun karakter, menghadapi perjuangan, dan mewujudkan kemuliaan. Namun, pesan-pesan Al-Qur’an sering kali berhenti pada pengetahuan dan belum sepenuhnya hadir sebagai kesadaran serta tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Peta Jalan Kemenangan Peradaban Menuju Kemuliaan mengajak pembaca melakukan tadabbur tematik terhadap empat surat Al-Qur’an: Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, dan Qāf. Keempat surat tersebut dipandang sebagai rangkaian pesan yang saling melengkapi. Surat Muhammad berbicara tentang keteguhan dalam perjuangan dan jalan kebenaran, Al-Fath mengajarkan keyakinan terhadap pertolongan Allah dan hakikat kemenangan, Al-Hujurat menuntun manusia membangun adab, persaudaraan, dan kehidupan sosial yang berkarakter, sedangkan Qāf mengingatkan bahwa setiap perjalanan kehidupan pada akhirnya akan bermuara pada pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai karya tafsir akademik, melainkan sebagai ruang tadabbur yang berusaha mendekatkan pesan Al-Qur’an dengan berbagai persoalan kehidupan. Di dalamnya, nilai-nilai iman, keberanian, kesabaran, akhlak, kepemimpinan, persaudaraan, amanah, dan tanggung jawab dikaitkan dengan upaya membangun manusia yang mampu menjadi fondasi peradaban.
Kemenangan dalam perspektif Al-Qur’an bukan semata-mata tentang mengalahkan orang lain, memperoleh kekuasaan, atau mencapai keberhasilan material. Kemenangan sejati adalah keberhasilan manusia menundukkan kelemahan diri, menjaga amanah, mengendalikan hawa nafsu, tetap rendah hati ketika memperoleh keberhasilan, serta menjadikan kekuatan dan pengetahuan sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan.
Melalui buku ini, pembaca diajak tidak hanya memahami pesan ayat, tetapi juga merefleksikan perubahan yang perlu dilakukan dalam dirinya. Sebab peradaban yang mulia hanya dapat dibangun oleh manusia yang kokoh imannya, matang akhlaknya, kuat mentalnya, luas wawasannya, dan memiliki orientasi hidup yang benar.
Pada akhirnya, buku ini mengajak kita memahami bahwa kemenangan bukanlah tujuan akhir. Kemenangan harus menjadi jalan menuju kemuliaan; kekuatan harus menjadi amanah; perjuangan harus menjadi ibadah; dan pembangunan peradaban harus membawa manusia semakin dekat kepada Allah SWT.
Cetakan Pertama: September 2026